“PAK SHOLEH TUKANG CILOK KELILING”
Pada suatu hari hiduplah seorang
pasangan suami istri, ia tinggal di salah satu tempat yang terletak di desa
Rembul kec.bojong tepatnya kota tegal pasangan suami istri yang bernama pak
sholeh dan bu teteh itu berjalan dengan bahagia, suami istri yang menjalin
hubungan tersebut tentu seorang suami harus menafkahi istrinya itu dan pak
sholeh akhirnya bekerja sebagai penjual cilok keliling sedangkan ibu teteh
menjadi ibu rumah tangga yang harus mengurus dan membersihkan rumah dia tinggal
di rumah yang kecil tapi nyaman untuk beristirahat.
Pada suatu hari pak sholeh berdagang dengan
cara berkeliling memutar di kampungnya ia pun keliling memutar mutar kampung
tapi sayang cilok yang dibawa pak sholeh untuk berdagang itu hanya laku
sedikit, maklum saja pak sholeh kan baru pertama berdagang dan akhirnya dia
pulang dengan membawa uang sedikit sekiranya bisa untuk membeli beras dan modal
untuk berdagang besoknya lagi tapi karena hanya membeli beras akhirya pak
sholeh hanya makn nasi putih lauk garam
bersama istrinya tapi dengan demikian pak sholeh tetap menyukuri ia dan
istrinya masih bisa makan,selain kegiatan pak sholeh berdagang ia juga harus mencari kayu bakar
untuk memasak,
pada keosokan harinya pak sholeh kembali
berangkat berdagang dan ia berpamitan kepada sang istri untuk berdagang dan
meminta doa kepada sang istri agar bisa pulnag membawa uang yang banyak dan ia
juga harus berdoa pada ALLAH swt agar di beri keselamatan dan mendapatkan
rezeki yang banyak ia pun berngkat keliling kampung selama 07.00 sampai jam
02.00 dan setelah berkeliling pak sholeh pun pulang dan Alkhamdulilah cilok
yang pak sholeh bawa hari ini bisa habis karena cara ia berdagang itu
menggunakan kekereatifitasan pak sholeh dengan cara menghibur akhirnya bisa
laku banyak dan sesampai di rumah jam 02.30 ia segera mandi dan ganti baju
untuk melakukan shalat dan setelah shalat ia beristirahat sebentar pada sore
hari ia di bangun kan oleh sang istri untuk melakukan shalat asyar dan pak
sholeh pun bangun untuk shalat asyar
bersama sang istri dan pak sholeh pun segera mengambil air wudlu sedangkan sang
istri sedang menunggu di tempat shalat akhirnya pak sholeh datang dan melakukan
shalat asyar berjamah sesudah shalat asyar pak sholeh izin untuk mencari kayu
bakar dan sang istri pun menjawab ia mas hati hati di san pak sholeh pun
berangkat membawa golok yang ia pakai selalu untuk mencari kayu bakar setelah
tiba di hutan pak sholoeh bergegas mencari dan sesudahnya terkumpul akhirnya
pak sholeh pulang di tengah tengah perjalananya pulang ia terplosok di untungya
pak sholeh tidak apa apa sesampainya di rumah pak sholeh istirahat duduk dan
sang istri mengambilkan air minum untuk pak sholeh sang istri pun ikut duduk di
sampingnya pak sholeh ia pun menceritakan tentang kejadianya tadi terpelosok
sewaktu ia pulang sang ietri pun bertanya apakh mas baik baik saja dan sang
suami menjawab tidak apa apa ad, dan sang suami pamit untuk mandi dan akhirnya
pak sholeh pergi mandi dan sang istri menyiapkan pakaiannya, sesudahnya ia mandi
ia ganti baju dan sang istri menyiapkan makanan dan sehabis ganti baju pak
sholeh pun pergi ke tempat makan dan di sana pak sholeh dan bu teteh makan
bareng dan sesudahnya ia makan adzan maghrib pun berkumandang dan pak sholeh
dan itrinya itu melaksanakan shalat dengan berjamaah dan sang istri pun
bertanya kapan kita bisa nonton TV mas dan pak sholeh pun menjawab jangan dulu
mikiri itu kita bisa makan aja sudah bersyukur sang istri pun menjawab ya ya
mas ia kita patut bertrima kasih pada ALLAH swt atas semuanya ini dan sang
istri pun mengasihkan surat kepada pak sholeh ini mas surat tadi dari pak nasor
katanya nanti ba’da isya mas suruh berangkat tahlilan di rumahnya o ya deh dek
nanti insya allah mas nanti berangkat emangnya tahlilan dalam acara apa ad
katanya sih 1000 atas kematian anaknya ooo yah deh isya pun berkumandang
akhirnya keduanya pergi shalat dan setelah selesai shalat pak sholeh pamit pada
sang istri ad mas berrangkat tahlilan dulu ea ya mas hati hati mas ya ad dan
pak sholeh pun berangkat setelah seklesai tahlilan pak sholeh pu pulang dan
setibnya di rumah pak sholeh pun ketuk ketuk pintu tapi tidak di buka sang
suami pun khuwatir ada apa apa akhirnya sang istri pun membukan kan pintunya
sang suami bertanya kenapa lama sekali istrinya menjawab ia mas tadi habis
tidur ooo kirain kenapa napa akhirnya keduanya masuk dan menngunci pintunya dan
pak sholeh pun ganti baju untu tidur dan akhirnya kdunya tidur di tengah tengah
keenakanya tidur pak sholeh mencium bau pakaian yang terbakar dan iya pun
bangun dan ternyata kecalakaan pun terjadi ang tidak diinginkan oleh pak sholeh
yaitu; “KEBAKARAN” dan pak sholeh pun
membangunkan sang istri (teteh) dan kedunya bergegas keluar untuk menyelamatkan
diri dan sesudahnya selamat ia segera meminta pertolongan pada warga warga
sekitar dan selama kurang lebih 1 jam api bisa di padamkan dan pak sholeh
bersama sang istri hanya bisa menangis melihat harta bendnya itu terbakar dan
tidak ada satupun yang selamat walaupun menurut pandangan orang lain itu tidak
berharga dan tidak banyak tapi menurut pak sholeh sama bu teteh sangat berharga
sekali karena itu hasil kerja keras mereka selama ia menikah dan penyebab dari
kebakran itu yaitu gara gara kucing yang menyenggol lilin yang ada di atas pada
rumah tetengganya itu dan kebakaran itu melalap 4 rumah di desa rembul dan
etelah kebakaran tersebut besoknya pak sholeh melihat rumahnya yang terbakar ia
melihat barang yang sudah terbakar dengan menangis melihat semuanya itu dan pak
sholeh pun membersihkan runtuhan runtuhan yang terbakar itu bersama warga
sekitarnya dan setelah selesai membersihkan semunya dan mengucapkan terima
kasih pada sema warga. Dan keesokan harinya ia datang ke rumah pak lurah untuk
meminta bantuan dan pak lurah pun bersedia mencarikan bantuan untuk pak sholeh
beserta tetangganya itu pak sholeh tidak Cuma meminta bantuan pada pak lurah
saja ia pun meminta pada warga warga yang kaya.
Sedangkan sang istri hanya di rumah kemudian
hari pak lurah datang ke pak sholeh untuk memberikan bantuan yang ia ajukan ke
kacamatan itu dan banyak warga yang menyumbang semen 1 sak ada juga yang
menyumbangkan uang walaupun sedikit sekiranya bisa untuk menambah nambah di
tengah tengah kekrisisisannya pak sholeh itu bu teteth pun hamil dan pak sholeh
pun bahagia sekali walaupun sedang krisis krisis nya,setelah pa sholeh menerima
bantuan ia pun beragkat ke toko bangunan untuk membeli peralatan untuk
membangun rumah ia pun sudah tiba di toko bangunan ia pun membeli
semen,kayu,atasnya atap,paku,DLL sayang banyak yang kuarang untuk di beli tapi
yang penting rumahnya itu bisa berdiri
dulu dan bisa untuk bertidur dan pak sholeh pun pulang bersama mobil
yang mau mengantar alat alat tersebut setelah tiba ia menurunkan barang
pembelianya dan keesokan harinya pak sholeh memanggil tukang dan mulai
membangun dan selama hari beberapa hari membangun rumahnya pun jadi walaupun
sangat sederhana dan setelah jadi ia pun membuat acara selamatan rumah baru pak
sholeh pun memberi undangan kepada warga sekitar untuk berangakat selamatan
nanti malam di rumah pak sholeh dan malam hari pun tiba dan acara selamatan rumah pun di mulai
selama beberapa jam selamatan pun selesai dan warga pun di suruh makan dulu
sambil ngobrol ngobrol setelah beberapa menit warga pun bepamitan untuk pulang
pak sholeh pun memberikan berkat dalam bahasa jawanya, dan selama bu teteh
mengandung pak sholeh pun belum mempunyai pekerjaan ia pun mencari cari kemana
mana akhirnya ia pun datang kerumah pak Nurkholis untuk mencari pekerjaan pak
sholeh pun menawarkan menjadi petani pada pak sholeh,
pak sholeh pun berkata ia tidak apa
apa yang penting halal dan bisa untuk makan pak, ya sudah besok kamu ke sini
lagi mengambil peralatan untuk besok pak sholeh pun menjwab ya sudah pak terima
kasih banget pak.ia sama sama pak sholeh pak sheleh pun pulang dengan rasa
senang bisa mendapatkan pekerjaan ia pun meceritakaan pada sang istri bahwa ia
sudah mendapatkan pekerjaan sang istri pun ikut senang, keesokan harinya pak
sholeh berpamitan pada sang istri untuk berangkat kerja sang istri pun mengizinkanya
dan pak sholeh pergi kerumah pak nurkholis untuk mengambil peralatan yang haru
ia bawa ia pun sampai ke rumah pak nurkholis dan langnsung berangkat ke sawah
untuk mencangkul setelah adzan dzuhur ia pun pulang beserta petani lainya dan
mengembalikan alat” nya pak nurkholis. Setelah itu ia pulang ke rumah sendiri
untuk istirahat,mandi,shalat dzuhur,dan makan dan setelah melakukan aktifitas
tersebut ia berbaring di kursi panjang sambil membayangkan bagaimana nasib saya
kelak nanti sambil membayang membayang sang istri pun datang dan bertanya
kenapa melamun pak sholeh menjawab ga papa ad mz ad mau tanya aku mau izin
bekerja walaupun hasilnya sedikit tapi lumayan bisa buat nambah nambah sang
suami pun tidak mengizinkan karena kondisi sang istri yang sedang hamil tapi
sang istri tetap memaksa dengan cara membujuknya dengan rayuan yang bisa
meluluhkan sang suami agar ia dapat bekerja dan pak sholeh pun bertanya
emangnya mau bekerja apa kamu ad sang istri pun menjawab bekerja apapun yang
penting halal dan menghasilkan uang gimana kalau menjadi pembantu mz apa
pembantu sebaiknya jangan ad karena kamu ini sedang mengandung anak kita kalau
nanti terlalu capek tidak baik untuk kandungan mu dan kamunya juga dalam
beraktifitas giman kalau mz berdagang cilok kembali seperti dulu aja mz dan ad
jadi petani aja mz sang suami pun tidak mengizinkanya tapi sang istri tetap
saja ingin bekerja, dan akhirnya karena tidak ada pilihan lagi sang suami pun
setuju asal sang istri jangan memaksakan diri apabila capek itu sudah datang
adzan ashar pun berkumandang sang istri pun mengajak untuk melakukan shalat
ashar bejamaah dan pak sholeh pun langsung mengambil air wudlu bersama sang
istri dan selesai shalat ashar ia datang ke rumah untuk mengundurkan diri menjadi
petani karena ia di suruh jualan cilok lagi akhirnya pak nurkholis pun
mengizinkanya tapi ia merassa bersalah sekali karena ia hanya baru bekrja
beberapa minggu saja sambil menerima hasil uang upahnya dan keesokan harinya pak sholeh mencari bahan
untuk membuat gerobak yang akan ia gunakan ia untuk berdagang dan ia langsung
melakukan pekerjaan tersebut dan setelah beberapa hari akhirnya gerobak itu
jadi juga walaupun dengan bentuk yang sederhana dan ia berfikir bagaimana ia
bisa membeli bahan bahan yang akan ia gunakan dalam membuat cilok setelah
kkarena modalnya terlalu sedikit karena uang upahnya yang ia terima dari pak
nurkholis ia pun membayangkan modalnya terlalu sedikit akhirnya ia mencari
pinjaman agar bahan bahan nya bisa ke beli ia pun pergi ke rumah pak joni untuk
meminjam uang sesampainya di sana ia mengucapkan salam sebelum ia meminjam ia
berbasa basi dulu dan ia pun langsung bicara untuk meminjam uang pak joni pun
akhirnya meminjamkanya emangnya kamu butuh berapa pak sholeh menjawab 200 ribu
pak akhirnya pak sholeh bisa membeli bahan bahan yang akan ia buat cilok, dan
pak sholeh pun pergi sambil mengucapkan terima kasih pak joni menjawab sama
sama ia pun segera pegi ke pasar untuk membeli bahan bahan yang ia perlu dan
setelah sampai di pasar pak sholeh segera mencari keburu nanti kehabisan dan
setelah pak sholeh mutar mutar keliling pasar akhirnya ia bahan bahan pun
terkumpul dan uang yang di bawa pak sholeh tersebut tersisa sedikit dan ia
memutuskan untuk membeli beeras dan lauk pauknya dan semaunya sudah terbeli ia
pun pulang sesamapainya di rumah sang istri kaget dan bertanya itu semua punya
siapa dan pak sholeh menjawab ini semua punya mz terus sang istri bertanya lagi
emangnya mz punya uang sebanyak ini dari mana sang suami menjawab mz minjem ke
pak joni sang istri menjawab apa kenapa harus hutang sang suami terus uang dari
mana lagi ya sudah yang penting mz bisa jualan kembali besok sekarang kamu
bantu mz buat cilok mau ngga Ia deh mau setelah jadi ciloknya keesokan harinya
pak sholeh siap berangkat berdagang ia pun berpamitan pada sang istri dan ia
langsung berangkat sepanjang perjalanan
ciloknya baru laku sedikit tiba tiba seorang ibu ibu bertanya kenapa lama tidak
jualan pak sholeh menjawab belum ada modal bu ooo untuk membuat ciloknya itu
laku banyak pak sholeh akhirnya pergi berdagang ke lain desa diantaranya yaitu
senusa,maribaya,serang alkhamdulilah berkat berdagang ke lain desa ciloknya pun
laku banyak ia pun pulang sambil hatinya itu senang dan ia pun pulang dengan
hati yang gembira di tengah tengah perjalaan pulang ke rumah pak sholeh
mendapat musibah ia tersandung dan gerobak yang ia bawa akhirnya rusak akibat
jatuh ia pun harus membuat lagi gerobak supaya ia dapat berjualan ia pun
sedikit sedi karena gerobak yang ia buat untuk berjualan harus di ganti
sesampainya di rumah sang suami bercerita kepada sang istri atas laku ciloknya
itu dan gerobaknya yang harus di ganti dan sang istri Cuma bisa membuat sang
suami agar tetap tegar menghadapi musibah tersebut akana tetapi sang suami tetap
sabar dan keesokan harinya pak sholeh membuat lagi gerobak yang akan ia gunakan
untuk berjualan lagi untuk membuat gerobak ia harus tidak berjulan selama 2
hari dan pada hari ke 3 pak sholeh pun berdagang dan di jalan banyak yang
bertanya pak sholeh gerobaknya baru ya ya dan kenapa kemarin tidak berjualan
kemrarin pak sholeh jatuh dan gerobaknya rusak dan akhirnya saya ganti karena
sebab itu kemarin saya selama 2 hari tidak berjualan,, o habisnya anak saya
mencari ciloknya pak sholeh,,, oooo ini ciloknya mau beli ga bu iya deh beli
buat anak saya ooo,, pada hari ini ia tidak beruntung ia pun hanya mendapatkan
uang yang sedikit ia pun pulang dan sang istri sudah menunggu san suami untuk
meminta uang untuk membeli beras serta lauk untuk ia makan tapi pak sholeh
hanya membawa uang sedikit tapi hanya bisa buat membeli beras saja dan sang
istri pun tetap menyukuri,,dan selama ia berjulan sudah sampai 9 bulan dan pada
malam hari sang istri dan sang suami tidur dan sang istri merasakan kesakitan
dan saang suami terbangun kaya nya sang istri mau melahirkan dan sang suami
buru” keluar untuk memanggil san bidan untuk membantu sang istri untuk
melahirkan dan sang suami tiba di rumah sang bidan ia pun mengetuk pintu dan
sang bidan keluar dan pak sholeh bilang ke bidan kalua sang istri akan
melahirkan dan sang bidan bersama pak sholeh langsung menuju ke rumah dan sang
istri sedang berteriak teriak kesakitan dan sang bidan pun langsung membantu
sang istri untuk melahirkan sang bayi
dan akhirnya sang baayi keluar dan sang bayi tersebut bejenis kelamin perempuan
dan pak sholeh merasa bahagia sekali karena anak pertamanya lahir dengan begitu
ia harus mengumpulkan uang atau meminja untuk ia selamatan atas lahirnya anak
pertamanya atadi serta memberi nama kepada sang anak rencananya anak pertamanya
tadi akan ia beri nama ASTUTI ARIFA dan keesokan harinya ia bilang kepada
orang” untuk datang ke acaranya pa k sholeh dan pad amalam harinya pak sholeh
memulai acra selamatannya yang langsung di buka oleh pak sholeh dan selama
acara tersebut akhirnya acar tersebut selesai juga dengan lancar dan akhirnya
pak sholeh bisa menggendong bayi juga dan sesudah acra tersebut ia lansgsung
tidur dan keesokan harinya ia tidak langsung berdagang ia harus mencuci pakain
sang istri dan anaknya tapi ia berpikir kalau saya tidak bekerja anak dan
istrinya akan makan apa sedangkan ia harus menolong sang istrin agar tidak
terlalu capek dan keesokan harinya ia berpamitan ke sang istri untuk berjualan
tapi sang istri menjawab dengan ragu dan akhirnya sang istri mengizinkan dan
pak sholeh pun pergi berangkat untuk berjualan ia biasa di lain des tapi
jualanya tidak kunjung laku laku pun hanya sedikit ia pun hanya bisa sabar dan
terus bersabar setelah berulang ulang ia berjualan tapi tak kunjung laku sang
istri pun berpamitan untuk kerja di luar provinsi tapi pak sholeh tidak
mengizinkanya tapi sang istri tetap saj memaksa akhirnya sang istri kabur dari
kehidupan yang amat sangat enggan ia lakukan menurut bu teteh mau berbuat
apalagi ia harus menjalni hidupnya dengan sang sang anak perempuanya sampai ia
besar dan tuti pun semakin tumbuh besar walau dengan makan makanan yang kurang
bergizi tapi ia tetap tumbuh karena sang anak sudah besar pak sholeh pun
menyekolahkan anaknya ke sekolah TK alkahamdulilah karena rajinya si tuti ia
selalu mendapat peringkat walaupun tidak peringkat paling atas ia pun bilang ke
bapaknya bahwa ia di tk ber peringkat sang bapak sangat bahagia melihat anaknya
berprestasi tuti pun harus gita belajar supaya sang ayah tidak kecewa dengan
sang anak di tengah tengah kekerisisanya si tuti meminta uang untuk membayar
uang SYAHRIAH dalam bahasa jawanya ,,san ayah menjawab nanti dulu ayah belum
punya uang nak dan tuti pun harus tidak bayar tanggunganya lama kelamaan si
tuti selalu di tagih oleh sang guru supaya segera membayar tanggunnganya itu
akhirnya sang ayah harus mencari ang dengan cara meminjam uang lagi ke pak
jhoni untuk membayar tanggungan tersebut akhirnya pak sholeh pun di pinjami
lagi uang dan akhirnya tuti bisa membayar tanggunganya itu pak sholeh pun masih
mencari pekejaan dan akhirnya ia memutuskan untuk bekerja menjadi petani karena
umur pak sholeh yang sudah tua ia selalu merasa capek tapi ia tetap bekerja
supaya ia bisa makan dan menghidupi anaknya itu tak kala ia sedang duduk ia
selalu terbayang sedang apakah istrinya di sana apakah sudah mencari suami lagi
tapi aia berjajnji tidak akan melupakan sang istri dan ia tidak mau menikah
lagi walaupun dengan siapa pun karena ia merasa sudah tua dan si tuti pun
sekarang sudah tumbuh besar rencananya nanti kalau sudah genap umur 7 ia akan
menyekolahkan anaknya ke SD dan seiring waktu
berjalan tuti pun sekarang sudah berumur 7 dan ia meminta bersekolah dan
sang ayah pun pergi ke pendaftaran Sekolah dasar (SD) dan ia semakin rajin untuk membanggakan sang ayah
dengan cara belajar dan terus belajar karena sang ayah bilang kamu harus rajin
belajar dan tak lam a kemudian ia sudah kelas 5 sedikit lagi ia lulus atau
tamat dari sekolahan tersebut dan tuti semakin rajin dan ia pun sekarang sudah
menjadi anak berkelas 6 dan sang ayah pun bingung apakah harus melanjutkan ke
jenjang lebih tinggi tapi tuti tidak mau karena kasiansang ayah harus mebiyayai
nya dan setelah tamat dari SD ia pun memilih berpamitan kerja bersama
keluraganya yang ad di jakarta tapi sang ayah tidak mengizinkanya karena
terlalu kecil untuk bekerja ia harus menunggu 2-3 tahun untuk boleh bekerja
lebih baik ia membantu san ayah di rumah saja dan tuti pun harus di rumah dulu
untuk ,membantu sang ayah dan selama itu ia selalu di tanya kenapa tidak
meneruskan oleh temanya ia menjawab ia sudah malas terpaksa ia harus berbohong
karena sebenarnya ia ingin sekali melanjutkan dan ia pun merasa iri pada temen
temen yag bersekolah dan selama ia membantu sang ayah tak terasa ia suadh dua
tahun walaupun susah pahit ia jalani dengan rasa sabar dan ia pun bertanya akan
janji yang di katakan sang ayah untuk bisa bekerja asalkan ia di rumah sudah 2
tahun sang ayah pun harus melepaskan sang anak pergi bekerja dan sang anak pun
berkata nanti setiap bulanya ia akan mengirim surat beserta uang untuk sang
ayah an sang anak pun berangkat dan meminta doa supaya ia bisa sukses di sana
dan ia pun berangakkat dan sang ayaha harus sendirian di rumah dan akhirnya
sang ayah harus mengurus diri sendiri ..
SELESAI
sekian dari saya.