Selasa, 05 Mei 2015

CERPEN " PAK SHOLEH TUKANG CILOK"



“PAK SHOLEH TUKANG CILOK KELILING”
Pada suatu hari hiduplah seorang pasangan suami istri, ia tinggal di salah satu tempat yang terletak di desa Rembul kec.bojong tepatnya kota tegal pasangan suami istri yang bernama pak sholeh dan bu teteh itu berjalan dengan bahagia, suami istri yang menjalin hubungan tersebut tentu seorang suami harus menafkahi istrinya itu dan pak sholeh akhirnya bekerja sebagai penjual cilok keliling sedangkan ibu teteh menjadi ibu rumah tangga yang harus mengurus dan membersihkan rumah dia tinggal di rumah yang kecil tapi nyaman untuk beristirahat.

 Pada suatu hari pak sholeh berdagang dengan cara berkeliling memutar di kampungnya ia pun keliling memutar mutar kampung tapi sayang cilok yang dibawa pak sholeh untuk berdagang itu hanya laku sedikit, maklum saja pak sholeh kan baru pertama berdagang dan akhirnya dia pulang dengan membawa uang sedikit sekiranya bisa untuk membeli beras dan modal untuk berdagang besoknya lagi tapi karena hanya membeli beras akhirya pak sholeh hanya makn nasi putih lauk garam bersama istrinya tapi dengan demikian pak sholeh tetap menyukuri ia dan istrinya masih bisa makan,selain kegiatan pak sholeh  berdagang ia juga harus mencari kayu bakar untuk memasak,

 pada keosokan harinya pak sholeh kembali berangkat berdagang dan ia berpamitan kepada sang istri untuk berdagang dan meminta doa kepada sang istri agar bisa pulnag membawa uang yang banyak dan ia juga harus berdoa pada ALLAH swt agar di beri keselamatan dan mendapatkan rezeki yang banyak ia pun berngkat keliling kampung selama 07.00 sampai jam 02.00 dan setelah berkeliling pak sholeh pun pulang dan Alkhamdulilah cilok yang pak sholeh bawa hari ini bisa habis karena cara ia berdagang itu menggunakan kekereatifitasan pak sholeh dengan cara menghibur akhirnya bisa laku banyak dan sesampai di rumah jam 02.30 ia segera mandi dan ganti baju untuk melakukan shalat dan setelah shalat ia beristirahat sebentar pada sore hari ia di bangun kan oleh sang istri untuk melakukan shalat asyar dan pak sholeh pun bangun untuk  shalat asyar bersama sang istri dan pak sholeh pun segera mengambil air wudlu sedangkan sang istri sedang menunggu di tempat shalat akhirnya pak sholeh datang dan melakukan shalat asyar berjamah sesudah shalat asyar pak sholeh izin untuk mencari kayu bakar dan sang istri pun menjawab ia mas hati hati di san pak sholeh pun berangkat membawa golok yang ia pakai selalu untuk mencari kayu bakar setelah tiba di hutan pak sholoeh bergegas mencari dan sesudahnya terkumpul akhirnya pak sholeh pulang di tengah tengah perjalananya pulang ia terplosok di untungya pak sholeh tidak apa apa sesampainya di rumah pak sholeh istirahat duduk dan sang istri mengambilkan air minum untuk pak sholeh sang istri pun ikut duduk di sampingnya pak sholeh ia pun menceritakan tentang kejadianya tadi terpelosok sewaktu ia pulang sang ietri pun bertanya apakh mas baik baik saja dan sang suami menjawab tidak apa apa ad, dan sang suami pamit untuk mandi dan akhirnya pak sholeh pergi mandi dan sang istri menyiapkan pakaiannya, sesudahnya ia mandi ia ganti baju dan sang istri menyiapkan makanan dan sehabis ganti baju pak sholeh pun pergi ke tempat makan dan di sana pak sholeh dan bu teteh makan bareng dan sesudahnya ia makan adzan maghrib pun berkumandang dan pak sholeh dan itrinya itu melaksanakan shalat dengan berjamaah dan sang istri pun bertanya kapan kita bisa nonton TV mas dan pak sholeh pun menjawab jangan dulu mikiri itu kita bisa makan aja sudah bersyukur sang istri pun menjawab ya ya mas ia kita patut bertrima kasih pada ALLAH swt atas semuanya ini dan sang istri pun mengasihkan surat kepada pak sholeh ini mas surat tadi dari pak nasor katanya nanti ba’da isya mas suruh berangkat tahlilan di rumahnya o ya deh dek nanti insya allah mas nanti berangkat emangnya tahlilan dalam acara apa ad katanya sih 1000 atas kematian anaknya ooo yah deh isya pun berkumandang akhirnya keduanya pergi shalat dan setelah selesai shalat pak sholeh pamit pada sang istri ad mas berrangkat tahlilan dulu ea ya mas hati hati mas ya ad dan pak sholeh pun berangkat setelah seklesai tahlilan pak sholeh pu pulang dan setibnya di rumah pak sholeh pun ketuk ketuk pintu tapi tidak di buka sang suami pun khuwatir ada apa apa akhirnya sang istri pun membukan kan pintunya sang suami bertanya kenapa lama sekali istrinya menjawab ia mas tadi habis tidur ooo kirain kenapa napa akhirnya keduanya masuk dan menngunci pintunya dan pak sholeh pun ganti baju untu tidur dan akhirnya kdunya tidur di tengah tengah keenakanya tidur pak sholeh mencium bau pakaian yang terbakar dan iya pun bangun dan ternyata kecalakaan pun terjadi ang tidak diinginkan oleh pak sholeh yaitu; “KEBAKARAN”  dan pak sholeh pun membangunkan sang istri (teteh) dan kedunya bergegas keluar untuk menyelamatkan diri dan sesudahnya selamat ia segera meminta pertolongan pada warga warga sekitar dan selama kurang lebih 1 jam api bisa di padamkan dan pak sholeh bersama sang istri hanya bisa menangis melihat harta bendnya itu terbakar dan tidak ada satupun yang selamat walaupun menurut pandangan orang lain itu tidak berharga dan tidak banyak tapi menurut pak sholeh sama bu teteh sangat berharga sekali karena itu hasil kerja keras mereka selama ia menikah dan penyebab dari kebakran itu yaitu gara gara kucing yang menyenggol lilin yang ada di atas pada rumah tetengganya itu dan kebakaran itu melalap 4 rumah di desa rembul dan etelah kebakaran tersebut besoknya pak sholeh melihat rumahnya yang terbakar ia melihat barang yang sudah terbakar dengan menangis melihat semuanya itu dan pak sholeh pun membersihkan runtuhan runtuhan yang terbakar itu bersama warga sekitarnya dan setelah selesai membersihkan semunya dan mengucapkan terima kasih pada sema warga. Dan keesokan harinya ia datang ke rumah pak lurah untuk meminta bantuan dan pak lurah pun bersedia mencarikan bantuan untuk pak sholeh beserta tetangganya itu pak sholeh tidak Cuma meminta bantuan pada pak lurah saja ia pun meminta pada warga warga yang kaya.
 Sedangkan sang istri hanya di rumah kemudian hari pak lurah datang ke pak sholeh untuk memberikan bantuan yang ia ajukan ke kacamatan itu dan banyak warga yang menyumbang semen 1 sak ada juga yang menyumbangkan uang walaupun sedikit sekiranya bisa untuk menambah nambah di tengah tengah kekrisisisannya pak sholeh itu bu teteth pun hamil dan pak sholeh pun bahagia sekali walaupun sedang krisis krisis nya,setelah pa sholeh menerima bantuan ia pun beragkat ke toko bangunan untuk membeli peralatan untuk membangun rumah ia pun sudah tiba di toko bangunan ia pun membeli semen,kayu,atasnya atap,paku,DLL sayang banyak yang kuarang untuk di beli tapi yang penting rumahnya itu bisa berdiri  dulu dan bisa untuk bertidur dan pak sholeh pun pulang bersama mobil yang mau mengantar alat alat tersebut setelah tiba ia menurunkan barang pembelianya dan keesokan harinya pak sholeh memanggil tukang dan mulai membangun dan selama hari beberapa hari membangun rumahnya pun jadi walaupun sangat sederhana dan setelah jadi ia pun membuat acara selamatan rumah baru pak sholeh pun memberi undangan kepada warga sekitar untuk berangakat selamatan nanti malam di rumah pak sholeh dan malam hari pun  tiba dan acara selamatan rumah pun di mulai selama beberapa jam selamatan pun selesai dan warga pun di suruh makan dulu sambil ngobrol ngobrol setelah beberapa menit warga pun bepamitan untuk pulang pak sholeh pun memberikan berkat dalam bahasa jawanya, dan selama bu teteh mengandung pak sholeh pun belum mempunyai pekerjaan ia pun mencari cari kemana mana akhirnya ia pun datang kerumah pak Nurkholis untuk mencari pekerjaan pak sholeh pun menawarkan menjadi petani pada pak sholeh,
pak sholeh pun berkata ia tidak apa apa yang penting halal dan bisa untuk makan pak, ya sudah besok kamu ke sini lagi mengambil peralatan untuk besok pak sholeh pun menjwab ya sudah pak terima kasih banget pak.ia sama sama pak sholeh pak sheleh pun pulang dengan rasa senang bisa mendapatkan pekerjaan ia pun meceritakaan pada sang istri bahwa ia sudah mendapatkan pekerjaan sang istri pun ikut senang, keesokan harinya pak sholeh berpamitan pada sang istri untuk berangkat kerja sang istri pun mengizinkanya dan pak sholeh pergi kerumah pak nurkholis untuk mengambil peralatan yang haru ia bawa ia pun sampai ke rumah pak nurkholis dan langnsung berangkat ke sawah untuk mencangkul setelah adzan dzuhur ia pun pulang beserta petani lainya dan mengembalikan alat” nya pak nurkholis. Setelah itu ia pulang ke rumah sendiri untuk istirahat,mandi,shalat dzuhur,dan makan dan setelah melakukan aktifitas tersebut ia berbaring di kursi panjang sambil membayangkan bagaimana nasib saya kelak nanti sambil membayang membayang sang istri pun datang dan bertanya kenapa melamun pak sholeh menjawab ga papa ad mz ad mau tanya aku mau izin bekerja walaupun hasilnya sedikit tapi lumayan bisa buat nambah nambah sang suami pun tidak mengizinkan karena kondisi sang istri yang sedang hamil tapi sang istri tetap memaksa dengan cara membujuknya dengan rayuan yang bisa meluluhkan sang suami agar ia dapat bekerja dan pak sholeh pun bertanya emangnya mau bekerja apa kamu ad sang istri pun menjawab bekerja apapun yang penting halal dan menghasilkan uang gimana kalau menjadi pembantu mz apa pembantu sebaiknya jangan ad karena kamu ini sedang mengandung anak kita kalau nanti terlalu capek tidak baik untuk kandungan mu dan kamunya juga dalam beraktifitas giman kalau mz berdagang cilok kembali seperti dulu aja mz dan ad jadi petani aja mz sang suami pun tidak mengizinkanya tapi sang istri tetap saja ingin bekerja, dan akhirnya karena tidak ada pilihan lagi sang suami pun setuju asal sang istri jangan memaksakan diri apabila capek itu sudah datang adzan ashar pun berkumandang sang istri pun mengajak untuk melakukan shalat ashar bejamaah dan pak sholeh pun langsung mengambil air wudlu bersama sang istri dan selesai shalat ashar ia datang ke rumah untuk mengundurkan diri menjadi petani karena ia di suruh jualan cilok lagi akhirnya pak nurkholis pun mengizinkanya tapi ia merassa bersalah sekali karena ia hanya baru bekrja beberapa minggu saja sambil menerima hasil uang upahnya  dan keesokan harinya pak sholeh mencari bahan untuk membuat gerobak yang akan ia gunakan ia untuk berdagang dan ia langsung melakukan pekerjaan tersebut dan setelah beberapa hari akhirnya gerobak itu jadi juga walaupun dengan bentuk yang sederhana dan ia berfikir bagaimana ia bisa membeli bahan bahan yang akan ia gunakan dalam membuat cilok setelah kkarena modalnya terlalu sedikit karena uang upahnya yang ia terima dari pak nurkholis ia pun membayangkan modalnya terlalu sedikit akhirnya ia mencari pinjaman agar bahan bahan nya bisa ke beli ia pun pergi ke rumah pak joni untuk meminjam uang sesampainya di sana ia mengucapkan salam sebelum ia meminjam ia berbasa basi dulu dan ia pun langsung bicara untuk meminjam uang pak joni pun akhirnya meminjamkanya emangnya kamu butuh berapa pak sholeh menjawab 200 ribu pak akhirnya pak sholeh bisa membeli bahan bahan yang akan ia buat cilok, dan pak sholeh pun pergi sambil mengucapkan terima kasih pak joni menjawab sama sama ia pun segera pegi ke pasar untuk membeli bahan bahan yang ia perlu dan setelah sampai di pasar pak sholeh segera mencari keburu nanti kehabisan dan setelah pak sholeh mutar mutar keliling pasar akhirnya ia bahan bahan pun terkumpul dan uang yang di bawa pak sholeh tersebut tersisa sedikit dan ia memutuskan untuk membeli beeras dan lauk pauknya dan semaunya sudah terbeli ia pun pulang sesamapainya di rumah sang istri kaget dan bertanya itu semua punya siapa dan pak sholeh menjawab ini semua punya mz terus sang istri bertanya lagi emangnya mz punya uang sebanyak ini dari mana sang suami menjawab mz minjem ke pak joni sang istri menjawab apa kenapa harus hutang sang suami terus uang dari mana lagi ya sudah yang penting mz bisa jualan kembali besok sekarang kamu bantu mz buat cilok mau ngga Ia deh mau setelah jadi ciloknya keesokan harinya pak sholeh siap berangkat berdagang ia pun berpamitan pada sang istri dan ia langsung berangkat  sepanjang perjalanan ciloknya baru laku sedikit tiba tiba seorang ibu ibu bertanya kenapa lama tidak jualan pak sholeh menjawab belum ada modal bu ooo untuk membuat ciloknya itu laku banyak pak sholeh akhirnya pergi berdagang ke lain desa diantaranya yaitu senusa,maribaya,serang alkhamdulilah berkat berdagang ke lain desa ciloknya pun laku banyak ia pun pulang sambil hatinya itu senang dan ia pun pulang dengan hati yang gembira di tengah tengah perjalaan pulang ke rumah pak sholeh mendapat musibah ia tersandung dan gerobak yang ia bawa akhirnya rusak akibat jatuh ia pun harus membuat lagi gerobak supaya ia dapat berjualan ia pun sedikit sedi karena gerobak yang ia buat untuk berjualan harus di ganti sesampainya di rumah sang suami bercerita kepada sang istri atas laku ciloknya itu dan gerobaknya yang harus di ganti dan sang istri Cuma bisa membuat sang suami agar tetap tegar menghadapi musibah tersebut akana tetapi sang suami tetap sabar dan keesokan harinya pak sholeh membuat lagi gerobak yang akan ia gunakan untuk berjualan lagi untuk membuat gerobak ia harus tidak berjulan selama 2 hari dan pada hari ke 3 pak sholeh pun berdagang dan di jalan banyak yang bertanya pak sholeh gerobaknya baru ya ya dan kenapa kemarin tidak berjualan kemrarin pak sholeh jatuh dan gerobaknya rusak dan akhirnya saya ganti karena sebab itu kemarin saya selama 2 hari tidak berjualan,, o habisnya anak saya mencari ciloknya pak sholeh,,, oooo ini ciloknya mau beli ga bu iya deh beli buat anak saya ooo,, pada hari ini ia tidak beruntung ia pun hanya mendapatkan uang yang sedikit ia pun pulang dan sang istri sudah menunggu san suami untuk meminta uang untuk membeli beras serta lauk untuk ia makan tapi pak sholeh hanya membawa uang sedikit tapi hanya bisa buat membeli beras saja dan sang istri pun tetap menyukuri,,dan selama ia berjulan sudah sampai 9 bulan dan pada malam hari sang istri dan sang suami tidur dan sang istri merasakan kesakitan dan saang suami terbangun kaya nya sang istri mau melahirkan dan sang suami buru” keluar untuk memanggil san bidan untuk membantu sang istri untuk melahirkan dan sang suami tiba di rumah sang bidan ia pun mengetuk pintu dan sang bidan keluar dan pak sholeh bilang ke bidan kalua sang istri akan melahirkan dan sang bidan bersama pak sholeh langsung menuju ke rumah dan sang istri sedang berteriak teriak kesakitan dan sang bidan pun langsung membantu sang istri untuk  melahirkan sang bayi dan akhirnya sang baayi keluar dan sang bayi tersebut bejenis kelamin perempuan dan pak sholeh merasa bahagia sekali karena anak pertamanya lahir dengan begitu ia harus mengumpulkan uang atau meminja untuk ia selamatan atas lahirnya anak pertamanya atadi serta memberi nama kepada sang anak rencananya anak pertamanya tadi akan ia beri nama ASTUTI ARIFA dan keesokan harinya ia bilang kepada orang” untuk datang ke acaranya pa k sholeh dan pad amalam harinya pak sholeh memulai acra selamatannya yang langsung di buka oleh pak sholeh dan selama acara tersebut akhirnya acar tersebut selesai juga dengan lancar dan akhirnya pak sholeh bisa menggendong bayi juga dan sesudah acra tersebut ia lansgsung tidur dan keesokan harinya ia tidak langsung berdagang ia harus mencuci pakain sang istri dan anaknya tapi ia berpikir kalau saya tidak bekerja anak dan istrinya akan makan apa sedangkan ia harus menolong sang istrin agar tidak terlalu capek dan keesokan harinya ia berpamitan ke sang istri untuk berjualan tapi sang istri menjawab dengan ragu dan akhirnya sang istri mengizinkan dan pak sholeh pun pergi berangkat untuk berjualan ia biasa di lain des tapi jualanya tidak kunjung laku laku pun hanya sedikit ia pun hanya bisa sabar dan terus bersabar setelah berulang ulang ia berjualan tapi tak kunjung laku sang istri pun berpamitan untuk kerja di luar provinsi tapi pak sholeh tidak mengizinkanya tapi sang istri tetap saj memaksa akhirnya sang istri kabur dari kehidupan yang amat sangat enggan ia lakukan menurut bu teteh mau berbuat apalagi ia harus menjalni hidupnya dengan sang sang anak perempuanya sampai ia besar dan tuti pun semakin tumbuh besar walau dengan makan makanan yang kurang bergizi tapi ia tetap tumbuh karena sang anak sudah besar pak sholeh pun menyekolahkan anaknya ke sekolah TK alkahamdulilah karena rajinya si tuti ia selalu mendapat peringkat walaupun tidak peringkat paling atas ia pun bilang ke bapaknya bahwa ia di tk ber peringkat sang bapak sangat bahagia melihat anaknya berprestasi tuti pun harus gita belajar supaya sang ayah tidak kecewa dengan sang anak di tengah tengah kekerisisanya si tuti meminta uang untuk membayar uang SYAHRIAH dalam bahasa jawanya ,,san ayah menjawab nanti dulu ayah belum punya uang nak dan tuti pun harus tidak bayar tanggunganya lama kelamaan si tuti selalu di tagih oleh sang guru supaya segera membayar tanggunnganya itu akhirnya sang ayah harus mencari ang dengan cara meminjam uang lagi ke pak jhoni untuk membayar tanggungan tersebut akhirnya pak sholeh pun di pinjami lagi uang dan akhirnya tuti bisa membayar tanggunganya itu pak sholeh pun masih mencari pekejaan dan akhirnya ia memutuskan untuk bekerja menjadi petani karena umur pak sholeh yang sudah tua ia selalu merasa capek tapi ia tetap bekerja supaya ia bisa makan dan menghidupi anaknya itu tak kala ia sedang duduk ia selalu terbayang sedang apakah istrinya di sana apakah sudah mencari suami lagi tapi aia berjajnji tidak akan melupakan sang istri dan ia tidak mau menikah lagi walaupun dengan siapa pun karena ia merasa sudah tua dan si tuti pun sekarang sudah tumbuh besar rencananya nanti kalau sudah genap umur 7 ia akan menyekolahkan anaknya ke SD dan seiring waktu  berjalan tuti pun sekarang sudah berumur 7 dan ia meminta bersekolah dan sang ayah pun pergi ke pendaftaran Sekolah dasar (SD) dan ia semakin rajin untuk membanggakan sang ayah dengan cara belajar dan terus belajar karena sang ayah bilang kamu harus rajin belajar dan tak lam a kemudian ia sudah kelas 5 sedikit lagi ia lulus atau tamat dari sekolahan tersebut dan tuti semakin rajin dan ia pun sekarang sudah menjadi anak berkelas 6 dan sang ayah pun bingung apakah harus melanjutkan ke jenjang lebih tinggi tapi tuti tidak mau karena kasiansang ayah harus mebiyayai nya dan setelah tamat dari SD ia pun memilih berpamitan kerja bersama keluraganya yang ad di jakarta tapi sang ayah tidak mengizinkanya karena terlalu kecil untuk bekerja ia harus menunggu 2-3 tahun untuk boleh bekerja lebih baik ia membantu san ayah di rumah saja dan tuti pun harus di rumah dulu untuk ,membantu sang ayah dan selama itu ia selalu di tanya kenapa tidak meneruskan oleh temanya ia menjawab ia sudah malas terpaksa ia harus berbohong karena sebenarnya ia ingin sekali melanjutkan dan ia pun merasa iri pada temen temen yag bersekolah dan selama ia membantu sang ayah tak terasa ia suadh dua tahun walaupun susah pahit ia jalani dengan rasa sabar dan ia pun bertanya akan janji yang di katakan sang ayah untuk bisa bekerja asalkan ia di rumah sudah 2 tahun sang ayah pun harus melepaskan sang anak pergi bekerja dan sang anak pun berkata nanti setiap bulanya ia akan mengirim surat beserta uang untuk sang ayah an sang anak pun berangkat dan meminta doa supaya ia bisa sukses di sana dan ia pun berangakkat dan sang ayaha harus sendirian di rumah dan akhirnya sang ayah harus mengurus diri sendiri ..

SELESAI
sekian dari saya.